Kamis: Kebun dan Dapur “Belajar Merawat Rasa Syukur” – 22 Januari 2026

Kamis: kebun dan dapur, juga mengawali rangkaian tematik ‘jamuan syukur nikmat” dengan belajar dari alam dan merawat rasa syukur;

Adik-adik #petualangummasa eksplorasi di kebun, membuat pot kecil dari bambu, masing-masing anak memotong sendiri dibantu oleh Pak Uum, kemudian mengisi pot bambu dengan tanah dan biji timun;

Hari ini kami-pun belajar berjalan lebih pelan. Menyapa rezeki tanpa tergesa. Kayu bakar dinyalakan, api menyala dengan sabar. Nasi ditanak perlahan, asapnya membawa cerita, tentang waktu, tentang menunggu, tentang ikhtiar yang disertai doa;

Dibantu oleh Pak Rusdi dan Ibu Gesti, tangan-tangan kecil menyiapkan bahan, mengulek sambal, memetik daun dari kebun, mengambil secukupnya—tidak lebih, tidak kurang. Alam mengajarkan dengan caranya sendiri: bahwa memberi selalu disertai amanah.

Bersama daun pisang yang terbentang sederhana. Tanpa hidangan mewah, hanya rasa syukur yang dihadirkan pelan-pelan, bersama doa yang dilangitkan dalam hati.

Jamuan ini bukan tentang apa yang tersaji, melainkan tentang bagaimana nikmat dirawat, bagaimana rezeki dikenali, dihargai, dan disyukuri.

Semoga pengalaman hari ini tertanam di hati. Menjadi jejak sunyi yang kelak menuntun langkah mereka dalam memandang kehidupan. Karena belajar terbaik tidak selalu di ruang kelas, tetapi juga di alam; di kebun yang penuh cerita, dan di dapur sederhana.

Di Ummasa, kami percaya, bahwa syukur terus tumbuh dari kesederhanaan. 

#kamiummasa #rumahbelajarummasa #ummasa