Memperhatikan Tubuh Lewat Makanan Menjadi Bahasan Di Hari Belajar Orangtua – 31 Januari 2026

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦ

Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya. (‘Abasa:24)

_

Di tengah riuhnya makanan serba cepat dan ultra-proses, Hari Belajar Orangtua Ummasa lewat Jamuan Syukur Nikmat mengajak kami semua—guru, orangtua, dan anak—untuk kembali berhenti sejenak. Menengok piring atau jajanan kita. Memperhatikan makanan kita. Menyadari apa yang masuk ke tubuh, dan apa yang kelak membentuk jiwa.

Kami belajar tentang perut sebagai “otak kedua”, terlebih bagi anak-anak. Dari sanalah tabiat kebiasaan, emosi, dan daya hidup bertumbuh. Maka makan tak lagi sekadar mengenyangkan, melainkan melatih adab, rasa cukup, dan syukur.

Dalam sesi diskusi kelompok terfokus yang hangat dan cair, setiap keluarga berbagi cerita—tentang ikhtiar kecil di dapur, kegamangan memilih asupan, hingga harapan menjaga amanah tubuh yang dititipkan. Tidak ada yang merasa paling benar, hanya saling menguatkan untuk terus belajar.

Semoga dari jamuan sederhana ini, lahir tabiat makan yang lebih sadar, hati yang lebih peka, dan keluarga yang tumbuh bersama dalam rasa syukur dan tanggung jawab.

_

#kamiummasa #rumahbelajarummasa #haribelajarorangtua #jamuansyukurnikmat #ummasa