Singkat kata, Rumah Belajar Ummasa tak lain ialah sebuah wadah dari gerakan pendidikan berbasis komunitas yang berusaha mewujudkan sebuah model pendidikan sejati, dalam upaya menemukan dan memberdayakan misi serta peran kita-dan-anak-anak-kita di tengah bentangan peradaban ini, sekaligus dalam lakon kehidupan kita di dunia ini secara umum.
Walau agenda kegiatannya mirip dengan rutinitas bersekolah pada umumnya, namun visi, spirit, orientasi, serta titik berat konten, hingga bentuk kegiatan yang dijalankan di Rumah Belajar ini jelas bersifat khas, cukup banyak berlainan dengan apa yang berlaku dan terjadi pada sekolah umum (baca: sekolah konvensional, sekolah formal) yang telah lazim kita kenali di zaman ini.
Ummasa mencoba menghadirkan sebuah ‘Rumah Belajar’ sebagai sebuah wadah bagi rekan-rekan keluarga dan individu yang berkenan untuk tumbuh bersama dalam sebuah kesadaran, di mana setiap yang tergabung di sini dapat berkolaborasi, bersinegi, dan mengambil peran khas-nya masing-masing untuk menjalani sebuah gerakan pendidikan bersama, di mana cita tentang model pendidikan sejati serta cita tentang kehidupan yang sejati sedang dituju bersama.
Rumah Belajar ini memang ibarat sebuah ‘rumah’ di mana tiap-tiap individunya diupayakan agar mempunyai ruang yang ‘nyaman’ (ibarat dalam rumah sendiri). Sebuah ‘Rumah Belajar’ ialah ruang yang terkondisikan untuk aktivitas belajar dan saling-belajar, tempat untuk saling memancarkan semangat belajar, tempat meluaskan dan memperdalam makna atas kata ‘belajar’ itu sendiri, tempat menggali hakikat dan mengais makna tentang pendidikan dan pengasuhan secara lebih khusus dan saksama, serta tentang kehidupan secara umum dengan seutuhnya (kafah, holistik).
‘Rumah’ di mana segala cita dan upaya tentang kebaikan dihidupkan dan tumbuh dari dalam keluarga-keluarga yang berkumpul dan menjalin jaring kehidupan di dalamnya. Keluarga-keluarga yang bertumbuh bersama, saling menularkan spirit kebajikan, saling-menguatkan langkah, melebur dan menggulirkan sebuah tatatan kehidupan bersama ibarat sebagai sebuah ‘keluarga besar’ yang tinggal dalam sebuah ‘rumah bersama’ (baca: komunitas, masyarakat mikro).
Seibarat bangunan fisik rumah yang berfungsi yang menaungi dan melindungi kita dari panas-terik-hujan, Rumah Belajar Ummasa juga diharapkan seibarat tempat bernaung, tempat berlindung, tempat di mana keluarga-keluarga yang tergabung di dalamnya saling menjaga, di tengah kenyataan zaman ini yang cenderung
menjauhkan kehidupan manusia dari fitrahnya.
Maka aktivitas ‘yang mungkin terjadi’ dalam Rumah Belajar ini jelas bukan melulu seputar rutinitas anak yang ‘bersekolah’ dan orangtua yang ‘mengantar anak bersekolah’ (lalu menerima pembagian rapot serta segenap ritus khas sekolah lainnya, hingga kemudian berujung pada selembar ijazah). Bobot utama dari Rumah Belajar ini sebetulnya justru ada pada aktivitas berkehidupan para edukator yang tergabung di dalamnya (guru/orangtua/keluarga/pengasuh/relawan pendidikan/juru masak/perawat kebun, karyawan lain-lain, dsb.).
Aktivitas ini bisa berupa aktivitas apapun, dalam arti singkat: tidak melepas anak begitu saja seiring program sekolah yang dijalaninya, melainkan mendamping sepenuhnya, bertumbuh bersama, sama-sama bertransformasi menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. Kehidupan yang berusaha terus menyentuh ranah makna, kehidupan yang memiliki cara pandang dan orientasi pada kehakikian, kehidupan yang sesuai fitrah dan tujuan penciptaan yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.
Sasaran pembelajaran dan dengan segala kegiatan rutin yang diarahkan bagi anak-anak ini juga ibarat pengikat dan penjaga kesadaran bagi kita tentang apa yang sejatinya kita jalani, apa yang sesungguhnya sedang kita songsong, dan kemudian apa yang pantas kita hadirkan dan kita kukuhkan ke tengah anak-anak kita tercinta (maka anak-anak dan segenap aktivitasnya Ibarat cermin tentang diri kita).
Segenap cahaya kebajikan yang dinyalakan bersama di Rumah Belajar ini
dengan sealamiahnya akan memancar sebagai pendaran kebajikan yang mencerahkan dan memberi daya pada kehidupan anak-anak.
Aamiiiin ya Rabb..