Sepagi yang hujan, para Petualang Ummasa jenjang SD menyusuri jalanan menanjak dengan tanah merah basah. Menuju rumah munggil ujung kampung; dihuni sepasang Kakek-Nenek. Di depan rumahnya, mata kami tak berhenti menelusur sudut-sudut rumah dan pekarangan yang cukup jauh dari tetangga.
Kami disambut senyum wajah renta Nenek Omah dan bahasa isyarat Kakek Juhara, yang Allah takdirkan dan anugrahkan tidak mendengar dan berbicara.
Beberapa hari sebelum kami datang, keduanya sempat kompak sakit sehingga tak sempat mencari rumput buat tiga kambing peliharaannya.
Sempat berbincang asik di ruang tamu sekaligus tempat tidur dan makan mereka, berbagi cerita dalam bahasa sunda yang someah. Kami saling bercerita dan mengajukan beberapa pertanyaan. Meski yang menjawab Nek Omah, namun mewakili suaminya yang tuli pula. Beberapa kali berdialog rasa dengan Kakek Juhara lewat bahasa isyaratnya, menerka-nerka dan tertawa bersama.
Menuju siang, hujan reda. Kami berbagi kudapan di ruang terbatas yang terasa hangat dan nyaman. Membantu mereka membersihkan yang tak sempat tertata karena sebelumnya sakit mereda.
Bagi kami, di tema Jelajah Rasa ini, kira-kira inilah yang paling syahdu dan menyejuk kalbu. Mereka merindukan bercerita. Sederhana dan terasa. #kamiummasa #rumahbelajarummasa #ummasa