Petualang Ummasa Cendana dan Banyan Menulusuri Puncak Batu Buta – 10 Februari 2026

Pagi itu kabut perlahan menghilang seiring langkah kaki adik-adik Cendana & Banyan (SD kelas 1 & 2) menuju Puncak Batu Buta; 

Di perjalanan, kami bertemu petani yang sedang menampung air untuk lahannya dan mencangkul tanah untuk ditanami bawang merah. Kami pun berbagi kudapan bersama—belajar bahwa rezeki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tapi juga untuk dibagikan dengan sesama.

Sesampainya di puncak, teman-teman gembira! Batu-batu besar dinaiki, dilompati, berlarian, bahkan main perosotan di tanah. Alam menjadi ruang belajar yang menyenangkan tanpa batas. Tapi kemudian ada yang bertanya, “Kak, kok jelajahnya kesini? Kayak nggak nyambung sama tema…” Pertanyaan sederhana yang membawa kita pada momen refleksi bersama.

Kami mengingat kembali apa yang ditemui di perjalanan: petani yang bekerja keras, tanaman yang tumbuh subur, dan bagaimana semua itu menjadi bagian dari piring makan kita. Kakak lalu membacakan QS ‘Abasa ayat 24-32 tentang kuasa Allah yang menumbuhkan setiap pangan di Bumi. 

Dari atas puncak, teman-teman meluaskan pandangan—melihat hamparan lahan muasal pangan yang membentang luas.

Semoga setelah hari ini, teman-teman lebih menghargai setiap suap makanan di piringnya. Karena di balik setiap biji nasi, ada tangan petani yang bekerja, ada tanah yang subur, dan ada kuasa Allah yang menumbuhkan🌱

#kamiummasa #rumahbelajarummasa #petualangummasa #ummasa